7 Tanda yang Menunjukkan Kamu Bukan Pendiam, Tetapi Kecerdasan Emosionalmu Tinggi – Ini Dia Contohnyanya!

 

Introvert merupakan salah satu tipe kepribadian yang dirumuskan oleh Carl Jung, seorang ahli dalam bidang psikoanalisis. Tipe kepribadian ini kerap dipahami keliru sebagai orang anti-sosial, cemas berlebihan, atau bahkan ditandai sebagai suatu gangguan mental.

Menurut laman Psikologi UMA pada hari Senin (12/05), secara keseluruhan, seseorang bertipe introvert biasanya lebih condong ke arah memusatkan perhatian pada pemikiran dan emosi diri sendiri dibanding ikut serta dalam aktivitas sosial yang intens.

Perilaku introvert alami tersebut benar adanya dan tak dapat dipaksakan untuk menyesuaikan dengan tekanan sosial dari masyarakat yang cenderung menghargai ekstrovert atau orang-orang yang handal dalam berinteraksi sosial.

Walau begitu, terdapat pula perbedaan antara individu yang bersifat introvert dan biasanya lebih peka secara emosi. Menurut artikel di Personal Branding Blog pada hari Senin, tanggal 12 Mei, berikut ini adalah tujuh indikasi jika seseorang hanya waspada secara emosional:

1. Mengalami Kebiasaan Menjadi Kosong akibat Interaksi Manusia, Namun Tidak Sesuai dengan Yang Diharapkan

Itu adalah sifat umum dari introvert. merasa lelah setelah interaksi sosial. Hal ini sering dikaitkan dengan cara introvert memproses informasi dan rangsangan, yang bersifat internal.

Namun, ada satu kebalikan dari itu. Bila kamu menyadari bahwa berinteraksi dengan orang lain sering kali membuatmu merasa letih akibat selalu harus waspada atau takut mengucapkan sesuatu yang salah, ini mungkin justru merupakan indikasi bahwa kamu sedang dalam pengawasan emosi, dan tidak sepenuhnya cenderung kepada sifat introversional.

Bedanya memang tipis namun cukup berarti. Mengenali perbedaan tersebut bisa jadi langkah besar dalam menghancurkan dinding-dinding tersebut dan menciptakan ikatan yang otentik.

2. Memiliki Kebiasaan Mendorong Orang Menjauh

Orang-orang dengan kepekaan emosi tinggi biasanya merasa khawatir akan mengalami kerentanan dan trauma. Karena itu, mereka umumnya berusaha untuk menjaga jarak agar tidak terlalu dekat dengan orang lain.

Ini berbeda dari sifat introvert yang justru kehilangan tenaganya saat bertemu banyak orang. Rasa takut akan kerentanan ini menunjukkan bahwa mereka tetap waspada secara emosional, tidak seperti introvert.

3. Anda Merangka Alasan untuk Hindar dari Diskusi Berat

Orang yang menjaga emosi dengan baik biasanya menghindari pembicaraan tentang cuaca, hasil pertandingan olahraga terkini, atau bahkan gossips kecil.

Bukan berarti dia enggan untuk terlibat dalam diskusi yang memiliki makna. Justru, ini adalah sesuatu yang lumayan mengundang minat baginya tetapi pada saat bersamaan juga membuat dirinya merasa cemas.

4. Kamu Berkutik dalam Menyuarakan Emosi

Aspek-aspek kompleks dan kacau yang membentuk keberadaan kita sebagai manusia, dan bagi mereka yang sadar secara emosional, ini adalah suatu tantangan besar untuk dihadapi.

Bukan berarti ia tak memiliki emosi. Malahan sebaliknya, tantangan terletak pada proses menuangkan perasaan tersebut menjadi kata-kata dan menyampaikannya kepada orang lain.

5. Selalu Memegang Kendali

Penguasaan diri merupakan ide berdaya, hal ini membantu dalam menata kehidupan, pilihan kita, serta interaksi yang memberikan perasaan keselamatan dan kenyamanan.

Menggugah adalah hasil riset yang mengungkapkan bahwa orang dengan kebutuhan mendalam terhadap pengendalian cenderung mempertahankan keseimbangan emosi mereka.

6. Cepat Merancang Dinding, Bukan Jembatan

Membangun tembok di sekitar hati kita terkadang terasa seperti hal yang paling aman untuk dilakukan. Itu menjauhkan kemungkinan rasa sakit dan kekecewaan.

Ini serasa hidup di dalam Benteng. Terasa aman dan nyaman, tetapi juga membuat kita mengekang hal-hal positif - keakraban, kedekatan, dan keromantisan.

7. Menyukai Keserasian dalam Jarak

Masalahnya adalah bahwa jarak emosional dapat dirasakan sebagai sesuatu yang aman. Seperti sebuah area perlindungan, hal ini bertindak untuk mencegah kemungkinan cedera dan letdown.

Namun, hal tersebut juga menghalangi Anda untuk membangun ikatan yang lebih erat dengan orang lain. Bila Anda selalu menjaga jarak ini, bahkan terhadap sahabat karib sekalipun atau anggota keluarga, kemungkinannya bukan disebabkan oleh sifat introverted, tetapi bisa jadi akibat dari penahanan emosi.

PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI

BERGERAK DI BIDANG JUAL BLOG BERKUALITAS , BELI BLOG ZOMBIE ,PEMBERDAYAAN ARTIKEL BLOG ,BIKIN BLOG BERKUALITAS UNTUK KEPERLUAN PENDAFTARAN ADSENSE DAN LAIN LAINNYA

Post a Comment

Kebijakan Kami
Karena kami dapat mengubah kebijakan kapan saja, periksa halaman ini secara rutin untuk mengetahui apakah ada perubahan. Sesuai dengan Persyaratan dan Ketentuan online kami, Anda bertanggung jawab untuk mengikuti perkembangan terbaru dan mematuhi kebijakan yang diposting di sini. Pengecualian terhadap kebijakan ini hanya diizinkan atas persetujuan dari Google.

Previous Post Next Post